Penyelidikan tanah · Pulau Jawa

Jasa Boring SPT (Standard Penetration Test) untuk Uji SPT Tanah dan Borlog

Jasa boring SPT kami membaca kekuatan tanah lapis demi lapis dan mengambil sampelnya pada lubang bor yang sama, setiap interval 2 meter. Data berupa nilai N-SPT, borlog, dan hasil uji laboratorium dipakai untuk merancang pondasi yang tepat, bukan menebak. Pekerjaan mengacu pada ASTM D1586-84 dan SNI 4153:2008, dengan kantor di Yogyakarta dan Tangerang untuk seluruh wilayah Pulau Jawa.

  • Melayani seluruh Pulau Jawa
  • 2 kantor: Yogyakarta & Tangerang/Jakarta
  • Laporan teknis berisi grafik & rekomendasi
Jasa bor SPT untuk penyelidikan tanah pada proyek bangunan di Pulau Jawa
0mKedalaman bor yang direncanakan, dihentikan lebih awal bila lapisan keras sudah tercapai
0provinsiCakupan layanan di seluruh Pulau Jawa, dari kantor Yogyakarta & Tangerang
0laporanBerisi borlog, grafik nilai N, sampel tanah, dan rekomendasi pondasi
0mInterval uji SPT sekaligus pencatatan nilai N-SPT pada setiap lapisan

Kenapa tidak boleh dilewati

Empat akibat yang muncul kalau uji SPT dilewati

Semuanya lebih murah diselesaikan sebelum pekerjaan pondasi dimulai daripada diperbaiki setelah bangunan berdiri.

Risiko 01

Pondasi dirancang tanpa data daya dukung

Jenis dan kedalaman pondasi ditentukan dari perkiraan, bukan dari kekuatan tanah yang terukur. Bila asumsinya meleset, pondasi bisa kelebihan biaya atau kurang kuat menahan beban.

Risiko 02

Penurunan tanah tidak seragam

Penurunan tanah yang tidak seragam adalah penyebab keretakan yang paling sering terlihat setelah bangunan berdiri, dan penyebabnya biasanya sudah terbaca jauh sebelum pekerjaan pondasi dimulai.

Risiko 03

Lapisan lemah tidak terdeteksi

Pada bangunan berat, kedalaman pengaruh beban bisa jauh lebih besar. Bila pengeboran kurang dalam, lapisan penyebab penurunan bisa terlewat begitu saja.

Risiko 04

Berkas perizinan bangunan tertahan

Hasil uji SPT termasuk dokumen teknis yang dilampirkan saat mengurus perizinan bangunan. Tanpa hasilnya, berkas Anda bisa berhenti di tengah jalan.

Hasil pekerjaan

Apa yang Anda Terima: Borlog, Sampel UDS, Uji Laboratorium, dan Rekomendasi Pondasi

Yang Anda terima bukan tumpukan angka mentah, melainkan dokumen yang bisa langsung dilampirkan ke perencanaan dan dokumen proyek.

Borlog dan grafik N terhadap kedalaman

Borlog adalah catatan lubang bor yang menggambarkan apa yang ditemukan pada setiap kedalaman. Isinya meliputi deskripsi lapisan tanah, batas antar lapisan, nilai N-SPT, dan kedalaman muka air tanah. Dari catatan ini dibuat grafik N terhadap kedalaman, sehingga perencana bisa melihat dengan cepat di kedalaman berapa lapisan yang cukup kuat mulai muncul.

Grafik seperti ini yang biasanya paling sering dipakai saat rapat teknis, karena satu halaman grafik bisa menjelaskan lebih banyak daripada beberapa halaman tabel.

Sampel tanah: terganggu dan tidak terganggu (UDS)

Pada tiap interval pengujian kami mengambil sampel tanah dari tabung sampler. Sampel terganggu dipakai untuk mengenali jenis dan sifat umum tanah. Sampel tidak terganggu atau UDS diambil dengan tabung khusus agar struktur asli tanah tetap terjaga, sehingga bisa diuji kekuatannya di laboratorium.

Kelengkapan sampel inilah yang membedakan boring SPT dari uji penetrasi lain. Tanpa sampel, kekuatan tanah hanya bisa diperkirakan dari korelasi empiris. Dengan sampel, angka yang dipakai dalam perencanaan punya dasar pengujian langsung.

Uji laboratorium mekanika tanah

Uji laboratorium mekanika tanah yang kami kerjakan mengikuti standar pengujian yang sudah umum dipakai, antara lain:

Berat unit (unit weight)ASTM D 2937-83
Kadar air (water content)ASTM D 2216-98
Berat jenis tanah (specific gravity)ASTM D 854-98
Berat tanah (wet dan dry density)Pengujian kepadatan tanah pada kondisi basah dan kering
Unconfined compressionASTM D 2166
Triaxial UU testASTM D 2850
Derajat kejenuhanPerbandingan volume air dan rongga dalam tanah
Atterberg limitsASTM D 4318-98
KonsolidasiASTM D 2435

Jenis uji yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan jenis tanah yang ditemukan di lapangan. Tidak semua daftar di atas harus dikerjakan pada setiap titik, dan sebaiknya memang begitu, karena setiap uji menambah waktu dan biaya.

Rekomendasi geoteknik dan desain pondasi

Melalui pengeboran, penyelidikan, dan pengetesan tanah, laporan hasil penyelidikan tanah di lapangan dan pengujian laboratorium akan menghasilkan rekomendasi untuk pembangunan berikutnya. Rekomendasi ini membahas pilihan jenis pondasi, perkiraan kedalaman dan dimensi, serta hal-hal yang perlu diperhatikan pada pelaksanaan.

Laporan kami susun agar bisa dibaca dua pihak sekaligus: pemilik proyek yang butuh kesimpulan singkat, dan perencana yang butuh data rinci beserta standar pengujiannya.

Perencanaan

Berapa Titik Bor, Seberapa Dalam, dan Berapa Lama Pengerjaannya

Tiga pertanyaan ini menentukan besar pekerjaan sekaligus biayanya, sehingga sebaiknya dibicarakan sebelum tim turun ke lapangan.

Menentukan jumlah dan jarak antar titik

Jumlah titik ditentukan dari bentuk lahan, luas bangunan, letak kolom atau pondasi, serta tingkat keseragaman tanah yang diharapkan. Bangunan rumah tinggal biasanya memerlukan titik yang jauh lebih sedikit dibanding gedung bertingkat atau kawasan industri. Lahan memanjang seperti jalan dan saluran memakai pola titik yang berjarak sepanjang jalur, bukan tersebar merata seperti lahan persegi.

Karena itu kami tidak memakai hitungan asal rata per meter persegi. Cara yang lebih akurat adalah mengirim denah atau jalur pondasi, lalu titik-titik diusulkan pada posisi yang paling mewakili, sehingga setiap titik memberi informasi yang benar-benar dipakai.

Menentukan kedalaman investigasi

Kedalaman bor ditetapkan sampai mencapai lapisan yang cukup kuat untuk menopang rencana bangunan, atau sampai mencapai kedalaman yang dipengaruhi beban bangunan. Pada bangunan berat, kedalaman pengaruh beban bisa jauh lebih besar, sehingga pengeboran perlu lebih dalam agar lapisan penyebab penurunan tidak terlewat.

Praktik yang kami pakai: pengeboran direncanakan sampai sekitar 30 meter, tetapi dihentikan lebih awal bila lapisan keras sudah tercapai konsisten. Sebaliknya, bila pada kedalaman rencana lapisan pendukung belum ditemukan, kami laporkan apa adanya beserta usulan penambahan kedalaman, bukan diam-diam menutup pekerjaan seolah sudah cukup.

Alur dan jadwal pekerjaan

Secara umum pekerjaan berjalan dalam enam tahap berikut:

  1. Survei dan pengumpulan data

    Kami memeriksa lokasi, akses masuk alat, dan rencana jumlah titik serta kedalaman bersama Anda.

  2. Mobilisasi alat dan tim

    Mesin bor, tripod, pompa, dan perlengkapan uji dikirim ke lokasi, termasuk pengurusan izin masuk bila diperlukan.

  3. Pengeboran dan uji SPT tiap 2 meter

    Pengujian dijalankan di dalam lubang bor pada setiap interval, lengkap dengan pencatatan nilai N dan deskripsi lapisan.

  4. Pengambilan sampel tanah

    Sampel terganggu dan tidak terganggu diambil pada kedalaman yang telah ditentukan, lalu diberi label dan dijaga kelembapannya.

  5. Pengujian laboratorium

    Sampel diuji di laboratorium mekanika tanah sesuai standar yang disepakati pada penawaran.

  6. Penyusunan laporan dan rekomendasi

    Borlog, grafik N terhadap kedalaman, hasil uji lab, dan rekomendasi disusun menjadi satu dokumen untuk Anda dan perencana Anda.

Soal durasi

Durasi lapangan sangat bergantung pada jumlah titik, kedalaman, dan kondisi lapisan yang ditemui. Pengujian laboratorium juga menambah waktu setelah pekerjaan lapangan selesai. Karena itu, kami selalu menanyakan tenggat dokumen Anda sejak awal, agar urutan pekerjaan bisa disesuaikan dengan jadwal proyek Anda.

Bukti kerja

Proyek Boring SPT yang Pernah Kami Kerjakan

Cara paling jujur menilai sebuah penyedia jasa adalah melihat pekerjaan yang sudah benar-benar dikerjakan.

Dipercaya oleh

Logo Pertamina, perusahaan yang memakai jasa penyelidikan tanah Berkah Bumi Engineering Logo Telkom, perusahaan yang memakai jasa penyelidikan tanah Berkah Bumi Engineering Logo WIKA, perusahaan yang memakai jasa penyelidikan tanah Berkah Bumi Engineering Logo XL Axiata, perusahaan yang memakai jasa penyelidikan tanah Berkah Bumi Engineering

Bor SPT jalur kereta api Lahat - Lubuk Linggau

PT Berkah Bumi Engineering melakukan Bor SPT pada proyek kereta api di jalur Lahat - Lubuk Linggau pada 17 Mei 2022. Daerah ini sering mengalami kelongsoran di beberapa titik, dan dilakukan Bor SPT untuk uji SPT tanah di daerah tersebut, yang memiliki curah hujan cukup tinggi. Uji SPT tanah dipakai untuk mengetahui kondisi tanah setiap lapisan hingga ke tanah keras.

Pekerjaan berjalan di sepanjang koridor jalur, dengan titik-titik uji yang tersebar mengikuti lokasi yang rawan. Foto di bawah diambil langsung dari pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Pengambilan sampel tanah dengan bor SPT pada proyek PT Kereta Api Indonesia
Bor SPT pada proyek PT Kereta Api Indonesia, jalur Lahat - Lubuk Linggau, 17 Mei 2022. Titik uji disebar mengikuti lokasi yang mengalami kelongsoran, dan pengujian dilakukan sampai mencapai tanah keras. Dokumentasi PT Berkah Bumi Engineering.

Jenis proyek yang kami tangani

Sepanjang pekerjaan kami melayani proyek dengan skala dan karakter yang beragam, antara lain:

  • Sekolah, gedung kuliah, dan masjid
  • Kantor, rumah, kos, dan rusunawa
  • Rumah sakit, hotel, dan apotek
  • Gudang dan pabrik
  • Bendungan, jalan tol, dan pekerjaan infrastruktur

Keragaman ini penting karena setiap jenis bangunan membawa risiko tanahnya sendiri. Pabrik dengan beban alat berat tidak sama kebutuhannya dengan rumah tinggal dua lantai.

Pengalaman dan kepercayaan dari instansi

Pengalaman kami selama bertahun-tahun, baik dengan perorangan maupun instansi swasta dan pemerintah, menempa tim kami menjadi tim yang profesional dan solid. Kami juga memiliki koneksi kerja dengan berbagai perusahaan besar seperti PT KAI, PT TELKOM INDONESIA, PT WASKITA, dan PT PERTAMINA.

Tanggapan PT TELKOM INDONESIA

"kami puas dengan pelayanan yang diberikan oleh tim PT Berkah Bumi Engineering proyek kami dapat ditangani dengan cepat, tim bekerja dengan professional."

Kutipan ini kami tampilkan apa adanya dari dokumentasi proyek kami. Kami tidak menampilkan testimoni lain yang belum kami kerjakan.

Biaya

Faktor yang Menentukan Biaya Jasa Boring SPT

Kami tidak menampilkan tarif per titik di halaman ini, karena angka tunggal hampir selalu menyesatkan. Yang bisa kami jelaskan dengan jujur adalah apa saja yang membentuk biaya tersebut.

Jumlah titik dan kedalaman

Semakin banyak titik, semakin besar volume pekerjaan lapangan. Semakin dalam pengeboran, semakin lama waktu yang dibutuhkan dan semakin besar kemungkinan bertemu lapisan yang sulit. Dua hal ini adalah faktor terbesar dalam penentuan biaya.

Kondisi lapisan tanah

Lapisan yang mudah ditembus membuat pekerjaan berjalan cepat. Sebaliknya, kerikil besar, boulder, dan batuan menuntut perlakuan khusus. Pada kondisi seperti ini, pengeboran bisa memerlukan coring atau alat tambahan, dan waktu pengerjaan per titik menjadi lebih panjang. Kondisi lapisan baru diketahui pasti setelah pekerjaan berjalan, sehingga penawaran kami selalu mencantumkan asumsi yang dipakai.

Akses lokasi, mobilisasi, dan akomodasi

Semakin jauh dan semakin sulit lokasi dijangkau, semakin besar komponen mobilisasi. Medan yang tidak bisa dilewati kendaraan alat, lokasi dengan lebar jalan terbatas, dan kebutuhan perizinan setempat ikut menambah waktu. Untuk proyek di luar kota tempat kami berkantor, komponen akomodasi dan penginapan tim juga dihitung terpisah dan kami rinci pada penawaran.

Kelengkapan uji laboratorium dan format laporan

Jumlah dan jenis uji laboratorium yang dipilih memengaruhi biaya total. Demikian pula bentuk laporan yang Anda butuhkan, misalnya apakah cukup satu dokumen digital atau diperlukan salinan cetak tambahan untuk dilampirkan pada dokumen proyek. Semua ini kami rinci sebagai pos yang jelas, agar Anda bisa memutuskan mana yang perlu dan mana yang bisa ditunda.

Biaya uji bor SPT di Berkah Bumi Engineering

Biaya uji bor SPT per titik untuk kedalaman sekitar 30 meter di Berkah Bumi Engineering masih sangat relatif terjangkau. Agar angkanya akurat, kami perlu tahu lokasi, perkiraan jumlah titik, dan rencana kedalaman Anda. Kirimkan informasinya, lalu kami balas dengan penawaran tertulis yang merinci apa saja yang sudah termasuk dan apa yang dihitung terpisah.

Minta penawaran tertulis atau hubungi kami langsung di 0877-1313-5090. Konsultasi tidak dikenai biaya.

Pengertian

Apa Itu Jasa Boring SPT dan untuk Apa Uji SPT Tanah Dilakukan

Sebelum membahas alat dan angka, ada baiknya kita sepakati dulu apa yang sebenarnya diukur di lapangan dan mengapa pekerjaan ini tidak bisa dilewati begitu saja.

Definisi boring SPT dan uji SPT tanah

Uji Boring SPT adalah penyelidikan tanah yang bertujuan mengetahui kekuatan tanah atau nilai N-SPT, sekaligus jenis dan sifat-sifat tanah pada lokasi yang akan dibangun pondasi, dari tiap kedalaman lapisannya. Metode ini membaca sifat perlawanan dinamik tanah, dan pada saat yang sama mengambil sampel tanah setiap jarak kedalaman tertentu.

Dua kata di nama layanan ini sebenarnya menunjuk dua pekerjaan yang berjalan bersamaan. Boring adalah pembuatan lubang bor dengan mata bor sampai kedalaman rencana. SPT adalah pengujian yang dilakukan di dalam lubang tersebut, memakai tabung sampler yang dipukul masuk ke tanah. Keduanya tidak bisa dipisahkan: SPT tidak mungkin dikerjakan tanpa lubang bor, dan lubang bor tanpa SPT hanya menyisakan lubang kosong tanpa data kekuatan tanah.

  • Nilai N-SPT per interval kedalaman, umumnya setiap 2 meter.
  • Deskripsi lapisan tanah yang ditembus, termasuk jenis dan konsistensinya.
  • Kedalaman muka air tanah yang terukur saat pengeboran.
  • Sampel tanah terganggu dan tidak terganggu untuk pengujian laboratorium.

Bedanya boring SPT dan sondir (CPT)

Pertanyaan ini paling sering muncul dan jawabannya sebenarnya sederhana: keduanya mengukur hal yang berbeda dengan alat yang berbeda. Sondir atau CPT menekan konus ke dalam tanah secara menerus, cepat, dan langsung memberi tahanan konus serta gesekan selimut. Sondir tidak mengeluarkan sampel tanah. Boring SPT berjalan diskret per interval kedalaman, lebih lambat, tetapi menghasilkan angka N-SPT dan tabung sampel tanah untuk diuji di laboratorium.

Yang dibandingkanSondir / CPTBoring SPT
Cara pengukuranMenerus, alat ditekan ke tanahDiskret per interval kedalaman, umumnya 2 m
Keluaran utamaTahanan konus (qc) dan gesekan selimut (fs)Nilai N-SPT dan borlog tiap lapisan
Sampel tanahTidak adaAda, terganggu dan tidak terganggu (UDS)
Kelemahan lapanganBerhenti pada kerikil dan lapisan kerasMembutuhkan lubang bor dan lebih lama

Perbandingan lengkap kedua metode ini kami bahas terpisah pada artikel perbedaan sondir dan boring serta perbedaan SPT dan CPT. Pada banyak proyek bangunan bertingkat, keduanya justru dipakai bersamaan agar hasilnya saling menguatkan.

Kapan boring SPT sebaiknya dilakukan

Ada kondisi-kondisi yang membuat uji SPT tanah menjadi pilihan yang lebih tepat dibanding uji lain. Berikut yang paling sering kami temui:

  • Bangunan dua lantai ke atas, terutama pada lahan bekas sawah, rawa, atau tegalan yang lapisannya tidak seragam.
  • Rencana pondasi dalam seperti tiang pancang atau tiang bor, yang memerlukan data kuat geser dan sifat lapisan yang lebih rinci.
  • Proyek infrastruktur jalan, rel, jembatan, dan bendungan yang menuntut dokumen teknis lengkap.
  • Ketika uji sondir berhenti lebih awal karena bertemu kerikil, boulder, atau lapisan keras, sehingga perlu dipastikan dengan pengeboran.
  • Ketika Anda membutuhkan sampel tanah fisik untuk diuji di laboratorium mekanika tanah.
  • Ketika data tanah dipersiapkan sebagai dokumen teknis perencanaan bangunan.
Belum yakin perlu SPT atau cukup sondir?

Kirimkan denah lahan dan rencana bangunan Anda. Kami bantu menilai apakah proyek Anda cukup dengan uji sondir, sudah memerlukan boring SPT, atau perlu keduanya dalam satu kali mobilisasi. Penilaian ini tidak dikenai biaya.

Standar dan metode

Standar dan Metode Boring SPT yang Kami Pakai

Prosedur yang jelas adalah dasar semua angka yang kami sampaikan. Bagian ini menjelaskan standar rujukan, alat yang dipakai, dan cara nilainya dibaca.

ASTM D1586-84 dan SNI 4153:2008

Pekerjaan uji SPT kami mengacu pada ASTM D 1586-84, dengan berat hammer 63,5 kg dan jarak ketinggian jatuh 76 cm. Hammer yang dipakai umumnya sudah jenis otomatis. Prosedur pengujiannya merujuk pada Buku Manual Petunjuk Teknis Pengujian Tanah dari Kementerian PUPR yang mengacu pada SNI 4153:2008.

ASTM D1586 dan padanannya D1586M berjudul Standard Test Method for Standard Penetration Test (SPT) and Split-Barrel Sampling of Soils. Standar ini menetapkan palu seberat 140 lb atau 63,5 kg yang dijatuhkan dari ketinggian 30 in atau 750 mm, dan mendefinisikan N sebagai jumlah pukulan untuk penetrasi pada rentang 0,15 sampai 0,45 m dari total penetrasi 0,45 m. Sementara itu SNI 4153:2008 berjudul cara uji penetrasi lapangan dengan SPT, dengan versi lama SNI 03-4153-1996.

ASTM D1586-84 SNI 4153:2008 Manual PUPR

Alat dan spesifikasi uji

Kelengkapan alat menentukan apakah angka di laporan bisa dipertanggungjawabkan. Rangkaian alat yang kami bawa ke lokasi mencakup mesin bor, tripod sebagai penahan, pompa, split barrel sampler, palu 63,5 kg, rol meter, alat penyipat datar, kerekan, kunci-kunci pipa, tali untuk menarik palu, dan alat bantu lainnya.

Mesin borBor hydraulic dengan sistem rotary drilling, mampu melakukan deep boring sekitar 30 meter
Palu (hammer)Berat 63,5 kg, umumnya tipe otomatis
Tinggi jatuh76 cm atau 750 mm, harus jatuh bebas
SamplerSplit barrel sampler atau split spoon untuk pengambilan sampel
Penahan dan pengangkatTripod, kerekan, dan tali penarik palu
PompaUntuk sirkulasi air atau lumpur selama pengeboran
Alat ukurRol meter dan alat penyipat datar

Interval uji 2 meter dan pengeboran sampai sekitar 30 meter

Pengeboran deep boring sekitar 30 meter kami laksanakan memakai mesin bor hydraulic secara rotary drilling. Standard Penetration Test dilakukan di dalam lubang bor pada setiap interval 2 meter. Pada tiap kedalaman uji, lubang dibor lebih dulu sampai kedalaman yang dituju, lubang dibersihkan, lalu sampler dimasukkan dan dipukul. Setelah pengujian selesai, pengeboran dilanjutkan ke interval berikutnya hingga mencapai kedalaman rencana atau bertemu lapisan yang menolak.

Kedalaman akhir tidak selamanya 30 meter. Bila lapisan keras sudah tercapai lebih awal, pengeboran dapat dihentikan lebih cepat dengan catatan yang jelas pada borlog. Yang penting, titik hentinya bisa dijelaskan secara teknis.

Cara membaca nilai N-SPT

Pelaksanaan pengujian dibagi dalam tiga tahap, masing-masing setebal 150 mm. Tahap kesatu dicatat sebagai dudukan atau seating dan tidak dihitung. Jumlah pukulan untuk memasukkan tahap kedua dan tahap ketiga dijumlahkan untuk memperoleh nilai pukulan N atau perlawanan SPT, dinyatakan dalam pukulan per 0,3 m.

Contoh pembacaan sederhana: bila tahap pertama memerlukan 4 pukulan, tahap kedua 6 pukulan, dan tahap ketiga 8 pukulan, maka nilai N yang dilaporkan adalah 14, bukan 18. Kesalahan menjumlahkan tahap dudukan adalah kekeliruan yang paling sering kami temui ketika memeriksa laporan dari pihak lain.

Mengapa tahap pertama tidak dihitung

Penetrasi 150 mm pertama dipakai untuk menempatkan sampler pada posisi yang stabil, setelah tanah di dasar lubang terganggu oleh proses pengeboran. Menghitungnya akan membuat nilai N terlihat lebih tinggi daripada kondisi tanah yang sebenarnya.

Interpretasi data

Nilai N-SPT: Tabel Interpretasi dan Artinya bagi Pondasi Anda

Angka N yang bagus bukan yang paling besar, melainkan yang terbaca konsisten dan bisa dijelaskan asalnya.

Tanah keras SPT berapa?

Pertanyaan ini paling sering muncul. Sebagai gambaran umum, tanah mulai disebut padat dan keras ketika nilai N melebihi 50 pukulan per 0,3 m. Namun yang lebih penting adalah sebarannya di sepanjang kedalaman, karena keputusan pondasi diambil dari pola lapisan, bukan dari satu angka tertinggi.

N 0 sampai 4Sangat lepas atau sangat lunak
N 4 sampai 10Lepas atau lunak
N 10 sampai 30Sedang, umumnya lapisan yang bisa diandalkan untuk beban menengah dengan perhitungan
N 30 sampai 50Padat sampai sangat kaku
N lebih dari 50Sangat padat atau keras, sering dianggap lapisan pendukung, dan pengujian umumnya sudah dihentikan

Tabel di atas adalah gambaran umum untuk membaca data lapangan, bukan pengganti perhitungan. Nilai batas untuk setiap proyek tetap ditentukan lewat perhitungan daya dukung dan penurunan oleh perencana, memakai data borlog, sampel, dan hasil uji laboratorium yang lengkap.

Koreksi yang membuat nilai N layak dipakai

Angka N mentah dari lapangan belum langsung bisa dipakai untuk korelasi. Ada koreksi yang diperlukan, terutama koreksi tegangan overburden dan koreksi dilatasi, agar nilai dari kedalaman dangkal dan kedalaman dalam bisa dibandingkan secara adil. Selain itu, energi palu ikut memengaruhi hasil: palu otomatis dan palu manual dengan sistem cathead dan tali tidak melepas energi yang sama besar.

Hal ini menjelaskan sesuatu yang sering membingungkan pemilik proyek. Dua penyedia jasa bisa melaporkan angka yang berbeda pada lokasi yang sama, dengan selisih yang bisa mencapai 10 sampai 30 persen, hanya karena tipe sampler yang dipakai berbeda, misalnya tipe upset-wall dibanding constant inner diameter. Karena itu, ketika membandingkan hasil dari dua laporan, ada baiknya memeriksa metode, tipe alat, dan tanggal pengujiannya lebih dulu sebelum menyimpulkan salah satunya keliru.

Kriteria refusal: kenapa bor berhenti

Pengujian tidak diteruskan sampai tak terhingga. Ada batas yang lazim dipakai di lapangan: mencapai 50 pukulan untuk penetrasi 150 mm, atau 100 pukulan untuk dua interval terakhir, atau 10 pukulan berturut-turut tanpa kemajuan sama sekali. Ketika salah satu batas ini tercapai, pengujian dihentikan dan hasilnya dicatat apa adanya, misalnya tertulis 50 pukulan dengan penetrasi hanya 40 mm, bukan sekadar ditulis "refusal" tanpa keterangan.

Cara pencatatan seperti ini penting karena memberi tahu perencana seberapa keras lapisan yang dihadapi. Bor yang berhenti di kedalaman tertentu bukan berarti pekerjaan gagal. Justru itu salah satu temuan paling berharga, karena menunjukkan bahwa lapisan pendukung sudah ditemukan atau bahwa perlu alat yang lebih berat untuk menembusnya.

Dokumentasi lapangan jasa bor SPT pada tanah keras
Kegiatan pengujian SPT di lapangan. Nilai N-SPT dicatat setiap interval 2 meter, termasuk kedalaman tempat pengujian dihentikan karena lapisan keras. Dokumentasi proyek PT Berkah Bumi Engineering.

Manfaat

Kegunaan Hasil Uji SPT untuk Proyek Anda

Mendirikan bangunan atau infrastruktur harus melalui perhitungan yang cermat. Sebelum pembangunan dimulai, kesiapan lahan dan beberapa pengujian menjadi acuan dalam perencanaan pondasi.

1
Mengetahui jenis tanah

Jenis pondasi harus disesuaikan dengan jenis tanah di lokasi. Efek getaran saat pemasangan pondasi terhadap lingkungan sekitar juga perlu diperhitungkan sejak awal.

2
Mengetahui daya dukung tanah

Setiap tanah punya karakteristik dan daya dukung yang berbeda, bahkan pada satu lahan yang sama, sehingga pengukuran per lapisan menjadi penting.

3
Keamanan bangunan

Desain pondasi harus memiliki faktor keamanan yang tinggi. Data tanah yang terukur adalah dasar untuk menetapkan faktor keamanan tersebut, bukan angka asumsi.

4
Nilai kerapatan tanah

Nilai kerapatan tanah memengaruhi perencanaan pendirian bangunan, termasuk pilihan pondasi dangkal atau pondasi dalam.

Dasar desain pondasi dangkal dan dalam

Untuk pondasi dangkal, data SPT dipakai memperkirakan daya dukung pada kedalaman telapak pondasi dan menilai risiko penurunan. Untuk pondasi dalam, data yang sama dipakai menghitung daya dukung selimut dan ujung tiang, serta menentukan lapisan tanah yang paling tepat menjadi tumpuan ujung tiang.

Pilihan di antara keduanya tidak bisa diambil tanpa data. Pada lahan yang lapisan kerasnya baru muncul di kedalaman besar, pondasi dangkal sering tidak memadai, dan sebaliknya pada lahan dengan lapisan padat dekat permukaan, pondasi dalam bisa jadi pemborosan yang tidak perlu.

Kesiapan dokumen teknis perizinan bangunan

Uji SPT, uji sondir, dan uji boring dapat digunakan untuk melengkapi syarat pengurusan izin mendirikan bangunan. Kami sudah menyampaikan hal ini pada dokumentasi proyek kami sebelumnya, dan dalam praktiknya data tanah menjadi bagian dari dokumen teknis perencanaan bangunan yang harus dilampirkan.

Perlu digarisbawahi: ketentuan perizinan dapat berbeda antar daerah dan berubah dari waktu ke waktu. Kami menyiapkan data lapangan dan laporan teknis sebaik mungkin agar bisa dipakai, dan Anda sebaiknya tetap memastikan persyaratan terbaru kepada instansi setempat atau konsultan perizinan Anda.

Mitigasi risiko penurunan tanah dan kelongsoran

Data tanah bukan hanya soal izin. Pada banyak kasus, uji SPT tanah dipakai untuk mengetahui kondisi tiap lapisan sampai ke tanah keras pada area yang bermasalah. Sebagai gambaran nyata, tim kami pernah mengerjakan bor SPT pada jalur rel yang di beberapa titik mengalami kelongsoran, di daerah dengan curah hujan cukup tinggi. Tanpa data lapisan tanah, penanganannya hanya bisa menebak, sementara pergeseran tanah di dekat jalur kereta api sangat berbahaya jika dibiarkan, terutama ketika ada kereta melintas.

Pola yang sama berlaku untuk bangunan. Penurunan tanah yang tidak seragam adalah penyebab keretakan yang paling sering terlihat setelah bangunan berdiri, dan penyebabnya biasanya sudah terbaca jauh sebelum pekerjaan pondasi dimulai.

Kualitas data

Kesalahan Umum pada Uji SPT di Lapangan dan Cara Kami Menghindarinya

Dua proyek dengan alat yang sama bisa menghasilkan angka yang berbeda jauh karena cara pelaksanaannya. Memahami titik rawan ini membuat Anda bisa menilai kualitas laporan siapa pun, termasuk laporan kami.

Lubang bor tidak dibersihkan sebelum pengujian

Tanah sisa dari proses pengeboran sering tertinggal di dasar lubang. Bila tidak dibersihkan, sampler tidak benar-benar mulai dari tanah asli, melainkan dari tanah longsoran yang lebih lepas. Akibatnya, pukulan awal terlihat lebih ringan dan nilai N menjadi terlalu tinggi. Kami membersihkan dasar lubang sebelum menurunkan sampler pada setiap interval, dan mencatat bila ada indikasi tanah runtuh.

Tinggi jatuh palu tidak bebas dan alat tidak terkalibrasi

Standar menetapkan tinggi jatuh 76 cm atau 750 mm. Bila tali menarik palu sehingga jatuhnya tidak bebas, energi yang sampai ke sampler berkurang, dan nilai N menjadi salah. Hal serupa terjadi bila palu atau alat tidak dalam kondisi terkalibrasi. Kami memastikan palu dijatuhkan bebas, ketinggiannya diperiksa, dan peralatan dipakai sesuai standarnya, termasuk memakai palu tipe otomatis yang lebih konsisten.

Muka air tanah dan kondisi pasir jenuh

Pada pasir jenuh air, muka air di dalam lubang harus dijaga selama pengujian. Bila permukaan air di lubang turun, aliran air dapat memicu kondisi yang membuat pukulan jadi terlalu rendah dan menghasilkan N yang menyesatkan. Kami menjaga tinggi muka air di lubang pada kondisi yang semestinya dan mencatat kedalaman muka air tanah untuk dilaporkan.

Mata bor dan shoe yang sudah aus

Mata bor dan shoe sampler yang aus membuat proses pengeboran tidak efisien dan bisa mengganggu keseragaman pengujian. Peralatan yang dipakai dalam kondisi aus sebaiknya diganti, bukan tetap dipakai sampai pekerjaan selesai. Kami menjaga kondisi alat karena biaya mengganti lebih kecil dibanding biaya mengulang pengujian.

Batasan

Keterbatasan Boring SPT yang Perlu Anda Tahu

Setiap metode pengujian punya batas. Kami lebih memilih menyampaikannya di depan daripada menjelaskannya setelah pekerjaan berjalan.

Tidak andal pada kerikil besar dan batuan

Pada lapisan berisi kerikil besar, boulder, atau batuan, hasil SPT tidak bisa diandalkan sepenuhnya, karena sampler dapat tersangkut atau terdorong. Untuk lapisan batuan, pengeboran umumnya memerlukan coring agar bisa menembus dan menggambarkan kondisi batuan secara benar. Bila kondisi ini ditemui, kami sampaikan sejak awal agar lingkup pekerjaan dan penawaran bisa disesuaikan.

Angka dari dua penyedia bisa berbeda

Seperti dijelaskan sebelumnya, perbedaan tipe sampler, jenis palu, dan koreksi yang diterapkan bisa membuat nilai N berbeda 10 sampai 30 persen pada lokasi yang sama. Ini bukan selalu tanda kesalahan, melainkan konsekuensi dari metode. Yang bisa dipastikan adalah kejelasan prosedur: metode apa yang dipakai, alat apa yang diturunkan, dan bagaimana nilainya dihitung. Semua itu kami tuliskan pada laporan.

SPT adalah uji korelasi, bukan uji kekuatan langsung

Nilai N-SPT bukan angka kekuatan tanah yang diukur langsung, melainkan hasil penetrasi yang kemudian dikorelasikan dengan parameter kekuatan lewat hubungan empiris. Karena itu hasilnya perlu dibaca bersama data borlog, sampel, dan uji laboratorium. Menjadikan nilai N sebagai satu-satunya dasar perhitungan, tanpa melihat jenis dan sifat lapisannya, adalah cara membaca data yang paling sering menimbulkan masalah.

Yang kami sampaikan bila data belum cukup

Jika hasil pengujian belum cukup untuk menjawab kebutuhan desain Anda, kami akan mengatakannya dan mengusulkan penambahan pengujian, bukan memaksakan kesimpulan dari data yang tipis.

Wilayah kerja

Cakupan Layanan dan Area Kerja di Pulau Jawa

Kami berkantor di Yogyakarta dan Tangerang, dengan tim yang bergerak ke seluruh Pulau Jawa.

Wilayah layanan

Jasa boring SPT kami melayani enam provinsi di Pulau Jawa: DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Untuk proyek di kota-kota besar, kami sudah mengerjakan penyelidikan tanah di antaranya:

Bila proyek Anda berada di luar daftar kota di atas, kirimkan lokasinya. Kami akan menyampaikan apakah tim bisa menjangkau lokasi tersebut beserta perkiraan waktu mobilisasinya.

Dokumentasi pekerjaan di lapangan

Setiap pekerjaan kami dokumentasikan, bukan hanya dilaporkan. Dokumentasi berguna bagi Anda untuk memverifikasi bahwa titik uji benar-benar dikerjakan di lokasi dan pada kedalaman yang disepakati.

Jasa boring SPT di Surabaya untuk perencanaan pondasi gedung
Pengeboran SPT untuk proyek di wilayah Surabaya dan sekitarnya. Pekerjaan lapangan selalu kami dokumentasikan, termasuk posisi titik uji dan kedalaman yang dicapai. Dokumentasi PT Berkah Bumi Engineering.

Menggabungkan dengan layanan lain dalam satu mobilisasi

Boring SPT sering dikerjakan bersamaan dengan pengujian lain, sehingga biaya perjalanan dan waktu persiapan dibagi bersama. Tim yang sama dapat mengerjakan sondir atau CPT, uji plate bearing, uji CBR, hammer test beton, dan pemetaan topografi. Kombinasi yang paling sering menghemat biaya adalah menggabungkan uji tanah dengan pengukuran topografi pada kunjungan yang sama.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang sering diajukan

Soal metode dan hasil uji

Apa itu bor SPT atau boring SPT?

Bor SPT adalah pekerjaan membuat lubang bor dengan mesin bor, lalu menguji kekuatan tanah di dalamnya dengan tabung sampler yang dipukul masuk oleh palu. Hasilnya berupa nilai N-SPT, deskripsi tiap lapisan tanah, kedalaman muka air tanah, dan sampel tanah untuk diuji di laboratorium. Nama lain yang sering dipakai adalah uji SPT tanah, boring SPT, atau jasa bor SPT.

Apa metode boring test yang Anda pakai?

Kami memakai mesin bor hydraulic dengan sistem rotary drilling untuk membuat lubang, lalu menjalankan Standard Penetration Test di dalam lubang pada setiap interval 2 meter. Palu yang dipakai seberat 63,5 kg dengan tinggi jatuh 76 cm, umumnya tipe otomatis. Prosedurnya mengacu pada ASTM D 1586-84 dan SNI 4153:2008 lewat Manual Petunjuk Teknis Pengujian Tanah dari Kementerian PUPR.

Tanah keras SPT berapa?

Sebagai gambaran umum, tanah disebut padat dan keras ketika nilai N melebihi 50 pukulan per 0,3 m. Nilai N 30 sampai 50 sudah tergolong padat, sedangkan N 10 sampai 30 tergolong sedang. Yang lebih penting dari angka tunggal adalah sebaran nilai N di sepanjang kedalaman, karena keputusan pondasi diambil dari pola lapisan tersebut.

Apa itu borlog?

Borlog adalah catatan hasil lubang bor yang menggambarkan apa yang ditemukan pada setiap kedalaman. Isinya meliputi deskripsi jenis dan konsistensi lapisan tanah, batas antar lapisan, nilai N-SPT, dan kedalaman muka air tanah. Dari borlog dibuat grafik nilai N terhadap kedalaman, yang biasanya menjadi halaman paling sering dibuka saat pembahasan teknis.

Untuk apa uji SPT tanah dilakukan?

Uji SPT tanah dilakukan untuk mengetahui kekuatan tanah dan sifat-sifatnya per lapisan, sebagai dasar perencanaan pondasi. Hasilnya dipakai menentukan jenis dan kedalaman pondasi, menilai risiko penurunan tanah, merencanakan penanganan pada area yang rawan longsor, dan melengkapi dokumen teknis perencanaan bangunan.

Apa bedanya sondir dan boring?

Sondir atau CPT menekan konus ke dalam tanah secara menerus dan langsung mengukur tahanan konus serta gesekan selimut, tetapi tidak mengambil sampel tanah. Boring SPT berjalan per interval kedalaman, lebih lambat, tetapi menghasilkan nilai N-SPT dan sampel tanah untuk uji laboratorium. Pada bangunan bertingkat, keduanya sering dipakai bersamaan agar hasilnya saling menguatkan.

Soal biaya, jadwal, dan administrasi

Berapa biaya boring SPT per titik?

Biaya ditentukan oleh jumlah titik, kedalaman rencana, kondisi lapisan tanah yang ditemui, akses dan mobilisasi ke lokasi, serta jumlah dan jenis uji laboratorium yang dipilih. Karena komposisinya berbeda untuk setiap proyek, kami tidak menampilkan tarif tunggal di halaman ini. Kirimkan lokasi, perkiraan jumlah titik, dan rencana kedalaman Anda, lalu kami balas dengan penawaran tertulis. Konsultasi tidak dikenai biaya.

Berapa lama uji laboratorium tanah dan proses keseluruhannya?

Durasi lapangan bergantung pada jumlah titik, kedalaman, dan kondisi lapisan yang ditemui. Setelah pekerjaan lapangan selesai, sampel tanah diuji di laboratorium, dan tahap ini menambah waktu sebelum laporan selesai disusun. Karena itu kami menanyakan tenggat dokumen Anda sejak awal, agar urutan pekerjaan dan pilihan uji lab bisa disesuaikan dengan jadwal proyek Anda.

Berapa titik bor dan kedalaman yang saya butuhkan untuk rumah dua lantai atau gudang?

Jumlah titik ditentukan dari bentuk lahan dan letak pondasi, bukan dari hitungan rata per meter persegi. Kedalaman ditetapkan sampai lapisan yang cukup kuat tercapai atau sampai kedalaman yang dipengaruhi beban bangunan. Kirimkan denah atau jalur pondasi Anda, lalu kami usulkan jumlah titik, posisinya, dan kedalamannya. Usulan ini tidak dikenai biaya.

Apakah hasil SPT bisa dipakai untuk mengurus PBG atau IMB?

Uji SPT, uji sondir, dan uji boring dapat digunakan untuk melengkapi syarat pengurusan izin mendirikan bangunan, dan data tanah memang menjadi bagian dari dokumen teknis perencanaan bangunan. Ketentuan perizinan dapat berbeda antar daerah dan berubah dari waktu ke waktu, sehingga Anda sebaiknya tetap memastikan persyaratan terbaru kepada instansi setempat atau konsultan perizinan Anda.

Apakah bisa dikerjakan di lahan sempit dengan akses terbatas?

Pada umumnya bisa, dengan catatan perlu pemeriksaan lebih dulu. Mesin bor, tripod, dan pompa membutuhkan ruang untuk bekerja serta jalur masuk alat. Kirimkan foto kondisi jalan masuk dan lebar lahan Anda, lalu kami sampaikan apakah alat bisa menjangkau lokasi atau perlu penyesuaian cara kerja. Hal ini juga kami tuangkan pada penawaran.

Apakah hasil boring SPT dapat dipertanggungjawabkan?

Laporan kami memuat data mentah, standar pengujian, borlog, dan sampel yang disimpan, sehingga hasilnya bisa ditelusuri dan diperiksa ulang oleh perencana Anda. Kami juga menyampaikan bila data dianggap belum cukup untuk menjawab kebutuhan desain, dan mengusulkan penambahan pengujian. Kami tidak memaksakan kesimpulan dari data yang tipis.

Butuh boring SPT untuk proyek Anda?

Kirim lokasi, jenis bangunan, dan rencana kedalaman. Kami balas dengan usulan jumlah titik bor, kedalaman, dan penawaran tertulis.

Ceritakan proyek Anda

Kirim lokasi, jenis bangunan, dan perkiraan luas lahan. Kami balas dengan usulan titik/kedalaman dan penawaran tertulis. Konsultasi tidak dikenai biaya.

WhatsApp: 0877-1313-5090
Kantor Yogyakarta: Jl. Cangkringan, RT.3/RW.26, Widodomartani, Yogyakarta
Kantor Jakarta: