Layanan

Jasa Uji Plate Bearing (Plate Loading Test) untuk Jalan, Gudang, dan Pondasi

Jasa uji plate bearing mengukur daya dukung tanah langsung di lokasi Anda melalui pembebanan pelat baja, bukan lewat korelasi dari uji lain. Kami mengerjakannya untuk kontraktor jalan, pemborong struktur, pengembang kawasan industri, dan instansi yang butuh angka penurunan, daya dukung ultimit (Qult), serta modulus reaksi tanah (k) sebelum perkerasan atau pengecoran lantai dimulai.

  • Melayani seluruh Pulau Jawa
  • 2 kantor: Yogyakarta & Tangerang/Jakarta
  • Laporan teknis berisi grafik & rekomendasi
Jasa uji plate bearing di Surabaya untuk mengukur daya dukung tanah dasar
0tonKapasitas dongkrak hidrolik yang membebani pelat uji
0cmPelat 30 & 60 cm paling sering dipakai; tersedia sampai 75 cm
0tonAlat berat minimum sebagai penahan reaksi dongkrak
0laporanBerisi kurva beban-penurunan, nilai Qult, dan modulus reaksi tanah (k)

Definisi dan keluaran

Jasa Uji Plate Bearing: Daya Dukung Tanah yang Diukur di Lokasi

Bagian ini menjelaskan apa yang diukur, alat yang kami bawa, dan hasil yang Anda pegang setelah pengujian selesai.

Apa itu uji plate bearing

Uji plate bearing adalah uji pembebanan tanah dasar pendukung pondasi memakai pelat besi berbentuk lingkaran, lalu penurunan yang terjadi diukur. Pelat ditekan dongkrak hidrolik yang bertumpu pada beban reaksi, dan setiap penambahan beban dibaca pada alat ukur. Nama lain uji yang sama adalah plate loading test dan plate bearing test, sedangkan di lapangan sering ditulis tes plat bearing atau test plat bearing.

Yang diuji adalah tanah asli di lokasi dengan kadar air dan kepadatan apa adanya, sehingga hasilnya menggambarkan perilaku tanah yang benar-benar akan menahan beban di atasnya.

Hasil pengujian yang Anda terima

  • Kurva beban-penurunan dari seluruh tahap pembebanan, termasuk pencatatan saat beban dilepas.
  • Daya dukung ultimit (Qult), beban batas yang dibaca dari perubahan kemiringan kurva.
  • Modulus reaksi tanah (k), besarnya tekanan untuk menghasilkan penurunan pada nilai konvensi yang disepakati.
  • Penurunan pada beban kerja, agar perencana dapat membandingkannya dengan kriteria desain.
  • Kesimpulan dan rekomendasi untuk pondasi tapak, perkerasan jalan, atau tebal lantai.

Alat dan kapasitas yang kami pakai

Kesiapan alat menentukan kualitas data. Susunan alat yang kami bawa ke lokasi:

Dongkrak hidrolikKapasitas 30 ton, diletakkan di atas pelat yang dibebani.
Pelat baja bulatDiameter 30 cm dan 60 cm untuk uji daya dukung, serta seri 300 mm, 457 mm, 600 mm, dan 750 mm sesuai kebutuhan desain.
Beban reaksiAlat berat minimal 15 ton, umumnya traktor atau excavator, penahan reaksi dongkrak.
Alat ukurDial gauge untuk penurunan dan arloji pengukur tekanan untuk beban.
Kedalaman ujiDisesuaikan dengan kedalaman pondasi atau lapisan yang akan dinilai.

Kesesuaian pemakaian

Kapan Uji Plate Bearing Dibutuhkan dan Kapan Sebaiknya Tidak

Nilai Qult dan modulus reaksi tanah paling berguna ketika pertanyaannya adalah seberapa besar beban yang dapat ditahan tanah pada kedalaman tertentu di lokasi itu.

Tanah dasar jalan, jalan tol, dan jalan kawasan industri

Daya dukung tanah dasar perlu dipastikan sebelum lapis pondasi dan perkerasan dihampar. Uji ini umumnya dikerjakan pada pembangunan jalan raya dan jalan tol, dan hasilnya dipakai menilai apakah tanah dasar sudah memenuhi asumsi tebal perkerasan. Pada tanah lepas, pemadatan lebih dahulu sangat dianjurkan karena pemadatan menaikkan kekuatan tanah dan mengurangi penurunan.

Lantai kerja pabrik, gudang, dan slab on grade

Untuk lantai pabrik, lantai gudang, dan lapangan penumpukan yang dicor langsung di atas tanah, nilai modulus reaksi tanah (k) menjadi masukan untuk menghitung tebal lantai. Uji ini memeriksa tanah tepat di area yang akan dicor, termasuk bagian yang sudah dipadatkan dan diurug kembali.

Pondasi tapak dan verifikasi asumsi desain

Plate bearing cocok untuk bangunan dengan fondasi tapak atau telapak. Hasilnya dapat dipakai sebagai parameter desain atau untuk mengonfirmasi asumsi desain yang diambil dari uji lain. Bila data sondir atau SPT meragukan pada lapisan tertentu, uji pembebanan pelat memberi angka langsung dari lapisan tersebut.

Alas crane dan working platform

Kontraktor alat berat butuh kepastian bahwa tanah mampu menahan beban crane atau rig saat bekerja. Uji ini membantu membaca daya dukung permukaan kerja sebelum alat didatangkan, sehingga risiko alat ambles dapat dinilai lebih awal.

Kapan sebaiknya memilih uji lain

Uji plate bearing menjawab daya dukung pada satu kedalaman. Bila kebutuhan Anda berbeda, uji berikut biasanya lebih tepat dan sering justru dipakai sebagai pendamping.

Susunan lapisan sampai kedalaman besarSondir tanah (CPT) atau boring SPT, karena data diambil menerus atau per interval kedalaman.
Angka N-SPT dan contoh tanah untuk laboratoriumBoring SPT. Plate bearing tidak mengeluarkan sampel tanah.
Angka CBR untuk tebal perkerasanUji CBR lapangan, dengan kondisi tegangan yang memang dirancang untuk keperluan itu.
Kontrol tingkat pemadatan lapanganSand cone atau uji kepadatan lapangan lain, karena yang diukur berat isi kering, bukan penurunan.
Perbandingan dua uji penetrasiLihat perbedaan SPT dan CPT sebagai bahan pembanding.

Dalam praktik, plate bearing sering dikombinasikan dengan salah satu uji di atas agar asumsi desain bertumpu pada data yang saling menguatkan, bukan pada satu angka saja.

Pelaksanaan

Prosedur Pelaksanaan Uji Plate Bearing di Lapangan

Urutan kerja berikut kami jalankan untuk setiap titik uji, dari penggalian sampai pencatatan setelah beban dilepas.

  1. Penggalian lubang uji

    Digali sampai kedalaman pengujian atau kedalaman pondasi, lebar minimal empat kali lebar pelat.

  2. Pemasangan pelat dan alat ukur

    Pelat diletakkan di dasar lubang yang rata, lalu dial gauge dipasang di atasnya.

  3. Pemasangan dongkrak

    Dongkrak hidrolik dipasang di atas pelat bersama arloji pengukur tekanan.

  4. Pemasangan beban reaksi

    Alat berat minimal 15 ton diposisikan sebagai penahan reaksi dongkrak.

  5. Penyetelan awal

    Tekanan ditambah sampai beban hanya menimpa dongkrak, lalu arloji tekanan dibaca sebagai titik awal.

  6. Pembebanan bertahap

    Setiap penambahan beban dicatat bersama penurunannya, dengan selang waktu tidak lebih dari satu jam.

  7. Pengujian sampai batas penurunan

    Diteruskan sampai penurunan total sekitar 25 mm atau kapasitas alat tercapai, mana yang lebih dahulu.

  8. Pelepasan beban dan pencatatan pengembangan

    Pengembangan tanah dicatat dengan selang waktu yang sama seperti saat pembebanan, untuk melihat porsi penurunan tetap.

Kesalahan umum dalam pelaksanaan

Tulisan Anthony Gunawan di Indonesian Geotechnical Journal (Vol. 2 No. 2, 2023) membahas kesalahan yang umum terjadi dalam pelaksanaan uji pelat. Dari pengalaman kami, penyebab yang paling sering muncul adalah dasar lubang yang tidak rata sehingga pelat tidak menempel penuh, lebar lubang yang terlalu sempit sehingga tanah di sekitarnya ikut menahan beban, beban reaksi yang kurang berat atau tidak stabil, serta pencatatan yang tidak konsisten waktu dan cara pembacaannya.

Uji plate loading test pada tanah dasar untuk perencanaan fondasi tapak
Pembebanan bertahap pada pelat baja, penurunan dicatat setiap tahap beban.

Persiapan proyek

Kesiapan Lokasi, Alat Berat, dan Data yang Perlu Disiapkan

Penyebab paling sering dari pengujian yang gagal dijalankan bukan alat uji, melainkan hal di lokasi yang belum siap ketika tim datang.

Checklist kesiapan lokasi

  • Area uji dibersihkan dan diratakan agar alat dapat beroperasi dan pembacaan tidak terganggu.
  • Alat berat minimal 15 ton sudah tersedia di lokasi sebagai penahan reaksi dongkrak.
  • Titik uji sudah ditandai dan dapat dijangkau alat berat tanpa membahayakan pekerja di sekitarnya.
  • Lubang uji digali sampai kedalaman yang akan diuji dengan lebar minimal empat kali lebar pelat.
  • Ada perwakilan proyek yang mendampingi, terutama untuk menyepakati lokasi titik uji di lapangan.

Menyiapkan beban reaksi adalah bagian yang paling menentukan jadwal. Tanpa alat berat dengan berat memadai, dongkrak tidak dapat dibebani sampai tekanan yang dibutuhkan.

Data yang perlu Anda siapkan sebelum meminta penawaran

  • Lokasi dan akses ke titik uji, termasuk gambaran kondisi jalan masuk saat hujan.
  • Jenis pekerjaan: jalan, lantai pabrik atau gudang, pondasi tapak, atau alas crane.
  • Gambar denah atau rencana titik uji, atau perkiraan posisinya bila rencana belum ada.
  • Kedalaman pengujian yang diinginkan dan beban rencana pada elemen yang dinilai.
  • Standar atau spesifikasi yang disyaratkan pemilik pekerjaan, termasuk format laporan yang diminta.
  • Jadwal pelaksanaan dan keterangan apakah pengujian perlu disertai kehadiran engineer.

Yang perlu hadir saat pengujian

Dari pihak kami, pengujian dijalankan tim lapangan yang menangani pembebanan dan pencatatan, termasuk operator alat berat untuk beban reaksi. Dari pihak Anda, kehadiran pengawas atau konsultan perencana dianjurkan pada titik uji pertama, karena pada kesempatan itu lokasi titik, kedalaman, dan cara pembacaan dapat disepakati bersama sehingga sisa pekerjaan berjalan tanpa perbedaan tafsir.

Struktur biaya

Biaya Uji Plate Bearing: Faktor yang Menentukannya

Kami memilih tidak mencantumkan angka tunggal di halaman ini, karena komposisi setiap proyek berbeda dan angka yang tidak sesuai justru menyesatkan.

Enam faktor yang menentukan biaya

  • Jumlah titik uji. Semakin banyak titik, semakin efisien biaya per titik karena waktu persiapan dan mobilisasi terbagi.
  • Mobilisasi dan kebutuhan alat berat. Beban reaksi minimal 15 ton perlu didatangkan atau disediakan di lokasi, dan komponen ini berpengaruh besar pada total biaya.
  • Jarak dan akses lokasi. Kondisi jalan masuk dan kondisi tanah permukaan menentukan waktu tempuh serta cara alat mencapai titik uji.
  • Kondisi tanah permukaan. Tanah lunak atau area berair dapat memerlukan persiapan tambahan sebelum pengujian dimulai.
  • Kedalaman dan ukuran pelat. Kedalaman pengujian dan ukuran pelat menentukan waktu penggalian serta jumlah tahap pembebanan.
  • Kelengkapan laporan dan kehadiran engineer. Format laporan khusus atau pendampingan saat pemeriksaan oleh pengawas dihitung terpisah sesuai permintaan.
Yang kami kirimkan setelah Anda menghubungi kami

Penawaran tertulis yang merinci jumlah titik, apa saja yang sudah termasuk, apa yang dihitung terpisah, dan jadwal pelaksanaan. Gambaran faktor biaya untuk pekerjaan penyelidikan tanah lain dapat Anda lihat pada halaman biaya jasa sondir. Konsultasi tidak dikenai biaya, dan Anda tidak berkewajiban melanjutkan bila usulan kami belum sesuai.

Kami juga menyampaikan bila kombinasi pekerjaan seperti sondir, CBR, atau pengukuran lain dapat menurunkan biaya keseluruhan untuk kebutuhan data yang sama. Sampaikan tujuan pekerjaan Anda apa adanya, termasuk batas anggaran yang tersedia, agar usulan kami realistis sejak awal.

Acuan teknis

Standar Acuan Uji Pelat dan Status Berlakunya

Bagian ini kami tulis terbuka karena banyak dokumen, termasuk beberapa spesifikasi lama, masih menyebut acuan yang statusnya sudah ditarik.

ASTM D1196/D1196M ASTM D1195/D1195M BS 1377-9 DIN 18134 AASHTO T235

ASTM D1196/D1196M: uji pelat statis non-repetitif

Ini acuan utama pengujian yang kami kerjakan. Metodenya membebani tanah dan bahan lapis pondasi tanpa pengulangan, dengan tujuan menentukan modulus reaksi tanah sebagai bahan evaluasi dan desain perkerasan jalan maupun landasan. Uji non-repetitif inilah yang paling banyak diminta dalam spesifikasi pekerjaan jalan dan lantai kerja.

ASTM D1195/D1195M: uji pelat statis repetitif

Varian ini membebani pelat secara berulang pada tingkat beban yang sama. Uji repetitif dipakai ketika yang perlu dinilai adalah perilaku tanah terhadap beban berulang, misalnya potensi penurunan berlanjut pada lapisan yang menerima beban lalu lintas atau beban mesin.

ASTM D1194: sudah ditarik, dan mengapa masih banyak dikutip

Banyak artikel dan dokumen spesifikasi di Indonesia masih mengutip ASTM D1194-94 sebagai dasar pengujian pelat. Kami perlu menyampaikan dengan hormat bahwa status standar tersebut di ASTM adalah Withdrawn 2003, tanpa penggantian langsung. Artinya acuan itu tidak lagi dipelihara dan tidak diperbarui mengikuti praktik pengujian. Sebagai gantinya, uji pelat statis mengacu pada ASTM D1196/D1196M untuk uji non-repetitif dan ASTM D1195/D1195M untuk uji repetitif, sementara ASTM menyiapkan metode baru untuk respons tanah di bawah beban statis melalui pondasi dangkal.

Bila spesifikasi proyek Anda masih menyebut ASTM D1194

Kami tetap mengerjakan pengujian dengan prosedur yang setara, dan pada laporan kami cantumkan acuan mana yang benar-benar berlaku beserta keterangan singkat statusnya. Langkah ini membuat dokumen Anda tetap dapat diperiksa oleh konsultan pengawas maupun instansi tanpa menimbulkan pertanyaan di kemudian hari.

BS 1377-9, DIN 18134, dan AASHTO T235

Sebagian proyek memakai spesifikasi lain. BS 1377-9 dan DIN 18134 lazim dipakai pada pekerjaan berstandar Eropa, sedangkan AASHTO T235 muncul pada spesifikasi jalan. Ketiganya dapat kami ikuti, dengan catatan cara pembebanan, jumlah tahap, dan kriteria penurunan pada masing-masing standar berbeda. Karena itu acuan yang akan dipakai perlu disepakati sejak tahap penawaran, bukan setelah tim berada di lapangan.

Ukuran dan zona pengaruh

Ukuran Pelat dan Zona Pengaruh: Mengapa Hasil Bisa Berbeda

Dua pengujian dengan alat yang sama dapat menghasilkan angka tidak sama bila ukuran pelat atau dimensi lubang ujinya berbeda.

Ukuran pelat yang tersedia

Untuk uji daya dukung tanah kami memakai pelat berdiameter 30 cm dan 60 cm, dan untuk pekerjaan yang memerlukan pelat lebih besar tersedia seri 300 mm, 457 mm, 600 mm, dan 750 mm. Ukuran yang dipilih mengikuti keperluan desain dan luas area yang diwakili. Pada praktik lapangan, ukuran 30 cm dan 60 cm paling sering dipakai, sedangkan pelat 45 cm dan 75 cm muncul pada kebutuhan tertentu.

Zona pengaruh dan mengapa pelat kecil tidak sama dengan pelat besar

Tanah yang ikut menahan beban bukan hanya tanah tepat di bawah pelat. Zona yang terpengaruh mencakup kedalaman sampai sekitar dua kali diameter pelat, dan luasnya bertambah seiring bertambahnya ukuran pelat. Akibatnya modulus reaksi tanah yang terukur dari pelat kecil menggambarkan lapisan yang lebih tipis dibanding hasil dari pelat besar.

Inilah sebab utama nilai k hasil uji pelat tidak dapat langsung disamakan dengan nilai k desain untuk slab atau perkerasan yang luasnya berkali-kali lipat. Untuk pondasi tapak besar, hasil uji pelat lebih tepat diperlakukan sebagai data penguat dan bahan verifikasi asumsi, bukan angka final untuk seluruh lapisan di bawah tapak.

Dimensi lubang uji, lapisan pasir, dan seating pressure

Praktik lapangan kami menggali lubang sampai kedalaman pondasi dengan lebar minimal empat kali lebar pelat. Pada manual laboratorium, dimensi pit uji yang dianjurkan mencapai lima kali lebar pelat, sehingga syarat yang dipakai perlu mengikuti standar yang disepakati.

  • Dasar lubang diratakan, lalu diberi lapisan pasir tipis sekitar 5 mm agar pelat menempel merata.
  • Sebelum pencatatan dimulai, pelat diberi seating pressure sekitar 7 kPa, lalu beban itu dilepas.
  • Setelah itu pembebanan bertahap baru dilakukan dengan pembacaan penurunan pada selang waktu yang sama untuk setiap tahap.
Skema pengujian plate bearing dengan pelat baja dan dongkrak hidrolik
Susunan uji: pelat baja di dasar lubang, dongkrak hidrolik di atas pelat, dan dial gauge pengukur penurunan di sisi pelat.

Perbandingan

Perbedaan Plate Bearing Test dan CBR Test Lapangan

Dua uji ini sama-sama dikerjakan di lapangan dan sama-sama menyangkut tanah dasar, tetapi menjawab pertanyaan yang berbeda.

Perbedaan yang paling menentukan

Kondisi teganganPlate bearing membebani tanah dengan pelat berdiameter besar, sehingga zona tanah yang terpengaruh lebar dan kondisinya mendekati kondisi pondasi di lapangan.
Alat dan cara ujiPlate bearing memakai pelat baja, dongkrak hidrolik 30 ton, dan beban reaksi alat berat. CBR lapangan menekan piston penetrasi berukuran kecil ke tanah dengan kecepatan terkontrol.
KeluaranPlate bearing menghasilkan kurva beban-penurunan, Qult, dan modulus reaksi tanah (k). CBR lapangan menghasilkan nilai CBR berupa persentase tahanan penetrasi.
Pemakaian utamaPlate bearing untuk daya dukung pondasi tapak, verifikasi asumsi desain, dan tebal perkerasan kaku atau lantai. CBR lapangan untuk perencanaan tebal perkerasan lentur.

Karena kondisi tegangannya berbeda, konversi angka CBR dari data plate bearing perlu diperlakukan hati-hati. Hubungan keduanya memang ada dalam praktik geoteknik, tetapi hasil konversi lebih tepat dipakai sebagai indikasi awal pembanding, bukan angka pengganti hasil uji CBR yang sesungguhnya.

Kapan keduanya dipakai bersama

Pada proyek jalan, data plate bearing menilai daya dukung tanah dasar dan modulus reaksi tanah, sementara uji CBR menghitung tebal perkerasan sesuai spesifikasi jalan. Menggabungkan keduanya dalam satu mobilisasi membuat data lebih konsisten dan biaya perjalanan lebih hemat.

Interpretasi data

Cara Membaca Kurva Beban-Penurunan, Menghitung Qult dan Nilai k

Bagian ini kami tulis agar pelaksana dapat memeriksa sendiri lembar data yang diisi, dan perencana memahami dari mana angka di laporan berasal.

Membaca kurva untuk memperoleh Qult

Kurva beban-penurunan umumnya mulai landai, lalu menikuk dan menjadi lebih tegak. Daya dukung ultimit dibaca pada bagian kurva ketika penurunan bertambah cepat dengan tambahan beban yang relatif kecil. Bila titik nikuk tidak muncul jelas karena alat sudah mencapai kapasitasnya, yang dilaporkan adalah beban maksimum yang berhasil dicapai beserta penurunannya, dengan keterangan bahwa kapasitas alat menjadi pembatas. Beban total pada pelat dibagi luas pelat menghasilkan intensitas tekanan pada tanah, dan hubungan inilah yang menjadi dasar perhitungan daya dukung.

Menghitung k pada konvensi penurunan 1,25 mm

Modulus reaksi tanah (k) adalah tekanan dibagi penurunan. Karena setiap kombinasi tekanan dan penurunan berbeda, nilai k selalu dikaitkan pada satu titik baca, dan konvensi yang lazim dipakai adalah penurunan 1,25 mm atau sekitar 0,05 inci. Dari kurva, Anda membaca besarnya tekanan pada saat penurunan tepat 1,25 mm, lalu membaginya dengan angka penurunan tersebut.

Pembacaan tahapBeban dibaca pada arloji tekanan, penurunan dibaca pada dial gauge untuk setiap tahap.
Titik baca kAmbil tekanan pada penurunan 1,25 mm, lalu tekanan itu dibagi 1,25 mm.
QultBeban pada bagian kurva yang mulai menikuk, atau beban maksimum bila kapasitas alat menjadi pembatas.
PengembanganBandingkan penurunan total dengan penurunan tetap setelah beban dilepas untuk melihat porsi plastis dan elastis.
Catatan tentang tabel ini

Isi tabel di atas adalah urutan cara membaca data, bukan hasil pengujian sebuah proyek. Angka hasil pengujian hanya kami laporkan dari pembacaan alat yang benar-benar terjadi di lokasi, dan lembar data mentahnya selalu disertakan dalam laporan.

Ambang penerimaan pada beban kerja

Hasil uji biasanya dibandingkan dengan kriteria desain pada beban kerja yang direncanakan, bukan pada beban ultimit. Pertanyaannya adalah berapa penurunan tanah pada beban kerja tersebut, dan apakah angka itu masih di dalam batas yang ditetapkan perencana. Karena batas penurunan berbeda antara pekerjaan jalan, lantai gudang, dan pondasi bangunan, kami meminta kriteria desain Anda sejak awal agar laporan langsung menjawab pertanyaan yang tepat. Bila penurunan dinilai terlalu besar, laporan kami memuat usulan penanganan, misalnya pemadatan ulang lapisan bersangkutan, penggantian material, atau penyesuaian dimensi dan kedalaman pondasi.

Pemakaian dalam desain

Modulus Reaksi Tanah (k) dalam Desain Perkerasan dan Lantai

Nilai k dari uji pelat bukan sekadar angka laporan. Dua pemakaian berikut adalah alasan utama uji ini dikerjakan pada proyek jalan dan kawasan industri.

Dari nilai k ke tebal perkerasan atau lantai

Pada perkerasan kaku dan lantai beton di atas tanah, daya dukung tanah dasar dinyatakan sebagai modulus reaksi tanah k. Nilai ini menjadi masukan ketika perencana menentukan tebal pelat beton, jarak sambungan, dan kebutuhan tulangan. Makin rendah nilai k, makin besar tebal atau penguatan yang dibutuhkan. Mengukur k langsung di lokasi memberi dasar perhitungan yang lebih pasti dibanding memakai nilai kira-kira dari tabel atau korelasi.

Mengapa nilai k hasil uji perlu disesuaikan untuk skala slab penuh

Nilai k bergantung pada skala pelat dan luas wilayah tanah yang terpengaruh. Pelat uji berdiameter kecil menumpu pada lapisan yang relatif tipis, sehingga angka k yang terbaca umumnya lebih tinggi daripada nilai yang berlaku untuk slab berukuran besar yang memobilisasi lapisan jauh lebih dalam. Karena itu pada tahap desain, nilai k hasil pengujian biasanya dipakai berdampingan dengan pertimbangan lapisan di bawah tanah dasar, kebutuhan perbaikan tanah bila nilai k rendah, dan asumsi dalam perhitungan perkerasan. Kami mencantumkan ukuran pelat, kedalaman uji, dan cara pembacaan di laporan supaya perencana punya seluruh keterangan untuk melakukan penyesuaian itu secara terbuka.

Jangkauan

Cakupan Wilayah: Layanan Uji Plate Bearing di Pulau Jawa

Tim kami berbasis di dua kantor dan mengerjakan pekerjaan penyelidikan tanah di seluruh Pulau Jawa

Dipercaya oleh

Logo Pertamina, perusahaan yang memakai jasa uji plate bearing Berkah Bumi Engineering Logo Telkom, perusahaan yang memakai jasa uji plate bearing Berkah Bumi Engineering Logo WIKA, perusahaan yang memakai jasa uji plate bearing Berkah Bumi Engineering Logo XL Axiata, perusahaan yang memakai jasa uji plate bearing Berkah Bumi Engineering
.

Dua kantor dan wilayah kerja

Kantor pusat kami berada di Jl. Cangkringan, RT.3/RW.26, Widodomartani, Yogyakarta, dan kantor layanan wilayah barat berada di Perum Bukit Rajeg Green Residence Blok B3 No.06, Sukamanah, Rajeg, Tangerang. Dari dua titik itu, pekerjaan uji plate bearing kami jalankan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Wilayah yang paling sering kami kerjakan antara lain Jakarta dan sekitarnya (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Jawa Barat (Bandung, Karawang, Cirebon), Jawa Tengah (Semarang, Solo, Purwokerto, Tegal), DI Yogyakarta (Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul), serta Jawa Timur (Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Malang, Kediri, Pasuruan, Jember). Pengalaman pekerjaan kami di wilayah timur Pulau Jawa dapat dilihat pada halaman jasa sondir Surabaya.

Di halaman layanan kami yang lain, kami mencatat telah melayani lebih dari 500 uji plate bearing di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Angka itu kami cantumkan sebagai catatan pengalaman kerja, dan rincian titik uji per proyek hanya kami sampaikan setelah disetujui pemilik proyek terkait.

Pekerjaan gabungan dalam satu mobilisasi

Uji plate bearing paling efisien dikerjakan bersamaan dengan uji lain pada satu kunjungan tim, misalnya sondir tanah, boring SPT, uji CBR, atau pemetaan topografi. Menggabungkan pekerjaan seperti ini yang paling sering menurunkan biaya per titik, karena biaya mobilisasi perjalanan dan alat tidak ditanggung berulang.

Pertanyaan umum

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu uji plate bearing (plate loading test)?

Uji plate bearing, yang di lapangan juga ditulis tes plat bearing atau test plat bearing, adalah uji pembebanan tanah dasar pendukung pondasi memakai pelat baja dan dongkrak hidrolik. Pelat dibebani bertahap, lalu penurunan dicatat setiap tahap dengan dial gauge. Hasilnya kurva beban-penurunan, nilai daya dukung ultimit (Qult), dan modulus reaksi tanah (k) yang dapat langsung dipakai dalam perencanaan pondasi dan perkerasan.

Apa perbedaan plate bearing test dan CBR test lapangan?

Plate bearing membebani tanah dengan pelat besar sehingga kondisi tegangannya mendekati kondisi pondasi sebenarnya, dan hasilnya berupa daya dukung serta modulus reaksi tanah. CBR lapangan menekan piston kecil ke tanah dan menghasilkan nilai CBR untuk tebal perkerasan. Keduanya sering dipakai bersama, dan konversi angka CBR dari data plate bearing sebaiknya diperlakukan sebagai indikasi awal, bukan pengganti hasil uji CBR.

Berapa ukuran pelat yang dipakai dan apakah ukurannya berpengaruh?

Kami memakai pelat berdiameter 30 cm dan 60 cm untuk uji daya dukung, serta seri 300 mm, 457 mm, 600 mm, dan 750 mm sesuai kebutuhan desain. Ukuran pelat berpengaruh besar: makin besar pelat, makin dalam lapisan tanah yang ikut terpengaruh, sehingga nilai modulus reaksi tanah (k) dapat berbeda antara pelat kecil dan pelat besar. Ukuran pelat yang dipakai selalu kami sebutkan di laporan.

Sampai berapa penurunan tanah diuji?

Pengujian umumnya diteruskan sampai penurunan total mencapai sekitar 25 mm atau sampai kapasitas alat tercapai, mana yang lebih dahulu terjadi. Setelah beban dilepas, pengembangan tanah kembali dicatat pada selang waktu yang sama seperti saat pembebanan. Nilai Qult dan modulus reaksi tanah diperoleh dari data deformasi tersebut.

Apakah hasil uji bisa langsung dipakai untuk desain pondasi besar?

Hasil uji berlaku pasti untuk tanah tepat di bawah pelat dan lapisan sedalam sekitar dua kali diameter pelat. Untuk pondasi besar berukuran beberapa meter, hasilnya lebih tepat diperlakukan sebagai data penguat dan bahan verifikasi asumsi desain, karena zona tanah yang ikut menahan beban jauh lebih luas. Praktik yang lazim adalah menggabungkannya dengan data sondir atau SPT.

Apakah uji ini bisa dipakai untuk lantai pabrik, gudang, dan alas crane?

Bisa. Uji plate bearing sering dipakai untuk memeriksa daya dukung tanah dasar lantai pabrik, lantai gudang, dan lapangan penumpukan sebelum pengecoran slab on grade, karena nilai modulus reaksi tanah (k) dipakai untuk menentukan tebal lantai. Untuk alas crane dan working platform, uji ini membantu memastikan tanah mampu menahan beban alat berat, dengan perhitungan akhir tetap mengikuti kriteria desain perencana Anda.

Berapa lama satu titik uji dikerjakan?

Durasi satu titik dipengaruhi jumlah tahap pembebanan, target penurunan, kondisi tanah, waktu pemasangan dan pembongkaran beban reaksi, serta pencatatan setelah beban dilepas. Karena beban ditambah dengan selang waktu tidak lebih dari satu jam dan penurunan dibaca setiap tahap, durasi antar titik tidak dapat disamakan begitu saja. Perkiraan durasi untuk proyek Anda kami sampaikan setelah titik uji, kedalaman, dan kesiapan lokasi diketahui.

Apa saja yang harus disiapkan di lokasi sebelum tim datang?

Lima hal paling menentukan: area uji dibersihkan dan diratakan, lubang digali sampai kedalaman yang akan diuji dengan lebar minimal empat kali lebar pelat, alat berat minimal 15 ton tersedia sebagai penahan reaksi, titik uji ditandai dan dapat dijangkau alat, serta ada perwakilan proyek yang mendampingi. Tanpa beban reaksi yang cukup, pengujian tidak dapat dijalankan.

Apakah laporan disertai kurva beban-penurunan dan nilai k?

Ya. Laporan memuat lembar data pembacaan setiap tahap beban, kurva beban terhadap penurunan, nilai daya dukung ultimit (Qult), modulus reaksi tanah (k), penurunan pada beban kerja, serta kesimpulan dan rekomendasi yang dapat langsung dipakai perencana. Data mentah kami sertakan agar hasilnya dapat diperiksa ulang oleh konsultan atau pengawas independen.

Berapa biaya jasa uji plate bearing?

Biaya ditentukan jumlah titik uji, mobilisasi dan kebutuhan alat berat sebagai beban reaksi, jarak serta akses lokasi, kondisi tanah permukaan, kedalaman dan ukuran pelat, serta kelengkapan laporan dan kehadiran engineer. Karena itu kami tidak mencantumkan angka tunggal di halaman ini. Kirim lokasi, jenis pekerjaan, dan perkiraan jumlah titik; kami balas dengan penawaran tertulis. Konsultasi tidak dikenai biaya.

Kapan plate bearing tidak tepat, dan uji apa yang lebih cocok?

Uji ini kurang tepat bila yang Anda butuhkan susunan lapisan sampai kedalaman besar, contoh tanah untuk pengujian laboratorium, atau angka tingkat pemadatan lapangan. Untuk susunan lapisan dan tahanan konus, sondir atau CPT lebih efektif. Untuk kedalaman besar sekaligus contoh tanah, boring SPT lebih tepat. Untuk kontrol pemadatan, sand cone atau uji kepadatan lapangan lebih relevan.

Apakah bisa dikerjakan bersamaan dengan sondir atau SPT dalam satu mobilisasi?

Bisa. Uji plate bearing dapat digabung dengan sondir, SPT, CBR, dan pengukuran lain dalam satu kunjungan tim sehingga biaya mobilisasi lebih hemat. Data antar uji juga lebih mudah dibandingkan karena diambil pada kondisi dan waktu yang berdekatan. Sampaikan kebutuhan Anda saat meminta penawaran agar urutan pekerjaan kami susun efisien.

Butuh uji plate bearing untuk proyek Anda?

Kirim lokasi dan jenis pekerjaan Anda. Kami balas dengan usulan titik uji, ukuran pelat, dan penawaran tertulis.

Ceritakan proyek Anda

Kirim lokasi, jenis bangunan, dan perkiraan luas lahan. Kami balas dengan usulan titik/kedalaman dan penawaran tertulis. Konsultasi tidak dikenai biaya.