Operator mengarahkan batang bor pada rig SPT di lapangan

Membaca Nilai N-SPT dan Korelasinya dengan Kepadatan Tanah


Nilai N-SPT tercatat sebagai satu bilangan bulat pada kolom log bor, dan bilangan itulah yang paling sering dikutip dalam laporan penyelidikan tanah. Angka 12 pada kedalaman 6 m terdengar sederhana, tetapi maknanya bergantung pada cara pengujian, jenis palu, dan jenis tanah di kedalaman tersebut. Tanpa memperhatikan ketiganya, angka yang sama dapat dibaca sebagai tanah sedang pada satu laporan dan tanah lepas pada laporan lain.

Apa yang sebenarnya dihitung menjadi angka N

Uji penetrasi lapangan mengukur jumlah pukulan untuk menembus tanah sedalam 30 cm. Tabung split spoon ditembuskan total 45 cm, tetapi 15 cm pertama dianggap tahap duduk: kedalaman ketika tabung masih membersihkan dinding lubang dan belum sepenuhnya masuk tanah asli. Yang dicatat hanya pukulan pada 30 cm berikutnya, dan jumlah itu dinyatakan sebagai N.

Energi pukulan berasal dari palu seberat 63,5 kg yang jatuh dari ketinggian 76 cm, dan prosedurnya diatur dalam SNI 4153:2008. Jika tanah sangat padat atau berbatu sehingga 30 cm tidak tercapai, hasilnya dicatat sebagai penolakan dengan jumlah pukulan yang terjadi, misalnya 50 pukulan untuk 10 cm. Angka seperti ini tidak boleh diperlakukan sebagai N biasa karena tidak mewakili 30 cm penuh.

Pemisahan 15 cm duduk dan 30 cm terhitung bukan perkara administratif. Pada urugan yang baru dipadatkan, pukulan 15 cm pertama sering lebih tinggi daripada lapisan di bawahnya, sehingga tanah permukaan tampak lebih padat daripada kenyataannya.

Pengoperasian rig bor SPT untuk pengambilan data N dan sampel tanah
Pengoperasian rig bor SPT. Energi palu yang sampai ke batang bor menentukan apakah angka N bisa dibandingkan antar alat.

Efisiensi energi dan asal koreksi N60 serta N1,60

Palu 63,5 kg yang jatuh 76 cm hanya menggambarkan energi teoretis. Energi yang sampai ke ujung batang berbeda antar alat. Palu donut yang diangkat tali pada cathead kehilangan sebagian energi melalui gesekan dan puntiran, sedangkan palu otomatis dengan pelepasan terkendali memberi energi lebih konsisten. Efisiensi alat di lapangan bervariasi lebar, dan selisih itu cukup menggeser angka N secara berarti.

Karena itu dikenal dua koreksi. Koreksi energi mengubah N lapangan menjadi N60, yaitu nilai yang setara dengan efisiensi 60 persen. Koreksi tegangan vertikal efektif mengubah N60 menjadi N1,60, yaitu nilai yang dinormalkan pada tegangan 100 kPa. N1,60 dipakai saat hasil dari beberapa kedalaman atau lokasi dibandingkan, sebab pada kedalaman besar tegangan tanah ikut menaikkan angka N meski kepadatan relatifnya sama.

Membandingkan N mentah dari dua lubang bor yang diuji dengan alat berbeda adalah sumber kesalahan tafsir yang paling sering muncul, dan kesalahan itu tidak terlihat pada angka akhir yang rapi di dalam tabel.

Rentang N dan kepadatan relatif tanah

Untuk pasir dan kerikil, nilai N yang telah terkoreksi dapat didekati ke kepadatan relatif. Tabel berikut merangkum rentang yang lazim dipakai sebagai rujukan awal, bersama perkiraan sudut gesek dalam dan implikasinya pada perencanaan.

Nilai N (pukulan per 30 cm)Kepadatan relatifDr (%)Sudut gesek perkiraanImplikasi pada perencanaan
Di bawah 4Sangat lepasDi bawah 15Sekitar 25–28°Penurunan besar mungkin terjadi; beban langsung di permukaan tidak disarankan
4–10Lepas15–3528–30°Perlu perbaikan tanah atau pondasi dalam untuk beban sedang ke atas
10–30Sedang35–6530–35°Pondasi dangkal dapat dipakai dengan penurunan yang masih terkendali
30–50Padat65–8535–40°Baik untuk pondasi dangkal; penggalian dalam perlu perkuatan dinding
Di atas 50Sangat padatDi atas 85Di atas 40°Tahanan tinggi; pemancangan tiang bisa terhenti sebelum kedalaman rencana

Rentang pada tabel adalah pendekatan, bukan batas tajam. Peralihan antara lepas dan sedang tidak terjadi tepat pada angka 10 untuk semua jenis pasir, dan sudut gesek juga dipengaruhi bentuk butir serta kandungan mineral. Nilai pada tabel berguna untuk gambaran awal dan pemeriksaan kewajaran hasil, bukan pengganti parameter laboratorium pada bangunan dengan beban besar.

Membaca pola N sepanjang lubang bor

Angka N yang berdiri sendiri kurang berguna dibanding pola N pada satu lubang bor. Nilai yang naik bertahap menunjukkan tanah makin padat ke bawah, sedangkan nilai yang turun mendadak menandai lapisan lemah. Perubahan berulang pada dua sampai tiga kedalaman berurutan biasanya menunjukkan batas lapisan, bukan kesalahan uji. Pola inilah yang dipakai menentukan kedalaman pondasi.

Lapisan tipis dan lapisan keras yang tertutup

Lapisan pasir padat setebal 30 cm di antara dua lapisan lepas dapat memberi N tinggi pada satu baris log, padahal ketebalannya terlalu kecil untuk diandalkan sebagai lapisan pendukung. Sebaliknya, lapisan keras yang berada jauh di bawah lapisan lunak tidak otomatis menjadi tempat ujung tiang, karena selimut tanah lunak di atasnya tetap memberi beban dan tahanan gesek yang rendah.

Kedalaman muka air tanah perlu dibaca bersama N. Pada pasir halus di bawah muka air, angka N cenderung lebih kecil akibat naiknya tekanan air pori saat pukulan. Perbedaan N di atas dan di bawah garis muka air belum tentu berarti kepadatan berubah, sehingga menyimpulkan lapisan lemah hanya dari penurunan N sering keliru.

Faktor yang menggeser angka N di lapangan

Ukuran butir adalah faktor pertama. Kerikil dan pasir kasar memberi N lebih tinggi daripada pasir halus pada kepadatan relatif yang sama, karena butir besar menahan penetrasi tabung secara mekanis. Tanah dengan kerikil bulat besar dapat memberi N sangat tinggi meski susunannya tidak rapat, dan pasir halus seragam dapat memberi N rendah meski cukup padat.

Faktor kedua adalah panjang batang. Batang yang sangat pendek atau sangat panjang kehilangan energi pada sambungan dan lentur, sehingga koreksi panjang batang dipakai pada rentang tertentu. Faktor ketiga adalah lining: split spoon dengan tabung dalam terpasang menahan tanah di dalam tabung dan menaikkan jumlah pukulan, sedangkan tabung dalam yang dilepas memberi angka lebih rendah pada tanah yang sama.

Faktor keempat adalah kondisi alat dan lubang bor. Kepala palu yang aus, tali yang kendor, atau tanah yang mengendap di dasar lubang mengubah energi yang sampai ke tabung. Dua pengujian pada lahan yang sama dapat berbeda bila alat dan operatornya berbeda, sehingga catatan alat pada log bor sama pentingnya dengan angka N.

N pada lempung bukan ukuran kekuatan langsung

Pada lempung, N tidak dapat dibaca sebagai kekuatan. Pukulan pada lempung jenuh sebagian diserap oleh tekanan air pori yang tidak sempat keluar, sehingga angka N rendah tidak selalu berarti lempung itu lemah setelah air terdisipasi. Sebaliknya, lempung kaku dan lempung berpasir dapat memberi N lebih tinggi tanpa kekuatan geser yang sepadan.

Untuk lempung, kekuatan geser tak terdrainase lebih baik diperoleh dari uji laboratorium atau korelasi khusus terhadap N yang hanya berlaku pada rentang konsistensi tertentu. Korelasi semacam itu memiliki sebaran lebar dan tidak layak menjadi satu-satunya dasar. Konsistensi lempung dibaca dari gabungan N, kadar air, dan hasil laboratorium.

Mengapa N tidak bisa ditukar dengan qc sondir

N-SPT dan qc sondir diukur dengan mekanisme berbeda. Sondir menekan konus secara statis dengan kecepatan tetap dan mencatat tahanan ujung secara menerus, sedangkan SPT memukul tabung dan mencatat pukulan per 30 cm. SPT merusak tanah di sekitar tabung dan menghasilkan angka rata-rata satu interval, sedangkan sondir mengukur tahanan pada interval yang jauh lebih rapat.

Konversi N ke qc atau sebaliknya hanya pendekatan kasar yang bergantung pada jenis tanah dan kedalaman. Pada pasir rasionya cukup teratur; pada lempung dan tanah berlapis, rasionya berubah jauh. Menyusun profil dari gabungan keduanya lebih berguna: sondir memberi kerapatan data tinggi, SPT memberi contoh tanah dan angka yang dapat dikorelasikan ke kepadatan.

Perbandingan metode dan batas pemakaiannya dibahas pada halaman perbedaan SPT dan CPT, sedangkan cara membaca grafik sondir diuraikan di cara membaca hasil tes sondir.

Kesalahan umum saat memakai nilai N

Kesalahan pertama adalah memakai satu nilai N untuk mewakili seluruh lapisan. Satu angka berasal dari 30 cm tanah, sedangkan tebal lapisan sebenarnya bisa beberapa meter. Kesalahan kedua adalah merata-ratakan N dari kedalaman yang jenis tanahnya berbeda, sehingga pola lapisan hilang dan tanah berlapis diperlakukan seolah seragam.

Kesalahan ketiga adalah mengabaikan koreksi energi saat membandingkan hasil antar lokasi atau antar penyedia jasa. Kesalahan keempat adalah memperlakukan angka penolakan sebagai N tinggi biasa. Penolakan 50 pukulan untuk 5 cm tidak setara dengan N 50 pada 30 cm penuh, dan pemakaiannya tanpa catatan kedalaman menyesatkan perancangan.

Kesalahan kelima adalah memakai N sebagai satu-satunya dasar jenis pondasi. N menunjukkan kepadatan, bukan daya dukung izin; daya dukung dihitung dari parameter tanah, dimensi pondasi, dan toleransi penurunan. Pada bangunan yang menuntut kelengkapan dokumen, persyaratan uji tanah untuk perizinan perlu dipenuhi lebih dahulu agar hasil pengujian diterima sebagai dasar desain. Pengujian bor yang menjadi sumber angka N dijelaskan pada halaman jasa boring SPT.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti angka N pada hasil uji SPT?

Angka N adalah jumlah pukulan untuk menembus 30 cm terakhir dari total 45 cm penembusan tabung. Pukulan pada 15 cm pertama tidak dihitung karena dianggap tahap duduk, saat tabung masih membersihkan dinding lubang dan belum sepenuhnya masuk tanah asli.

Mengapa nilai N perlu dikoreksi menjadi N60 dan N1,60?

Karena energi yang sampai ke ujung batang berbeda antar alat, sedangkan N mentah tidak memperhitungkan hal itu. N60 menyeragamkan hasil pada efisiensi energi 60 persen, lalu N1,60 menormalkannya pada tegangan vertikal efektif 100 kPa agar hasil dari kedalaman atau lokasi berbeda dapat dibandingkan.

Berapa nilai N yang menandakan tanah padat?

Untuk pasir, N antara 30 dan 50 umumnya digolongkan padat, sedangkan di atas 50 tergolong sangat padat. N antara 10 dan 30 termasuk sedang, 4 sampai 10 lepas, dan di bawah 4 sangat lepas. Batas ini berupa pendekatan dan tidak berlaku sama untuk semua jenis butir.

Apakah N-SPT bisa dipakai langsung untuk lempung?

Tidak. Pada lempung, pukulan sebagian diserap tekanan air pori sehingga N tidak sebanding dengan kekuatan geser. Kekuatan lempung lebih baik diperoleh dari uji laboratorium atau korelasi khusus yang berlaku pada rentang konsistensi tertentu, dan tetap perlu dibaca bersama kadar air.

Apakah N-SPT sama dengan qc pada sondir?

Tidak sama. SPT memukul tabung dan mencatat pukulan per 30 cm, sedangkan sondir menekan konus secara statis dan mencatat tahanan ujung secara menerus. Konversi antara keduanya hanya pendekatan kasar yang berubah menurut jenis tanah dan kedalaman, sehingga keduanya lebih baik dipakai saling melengkapi.

Mengapa dua lubang bor di lahan yang sama memberi N berbeda?

Perbedaan dapat berasal dari kondisi tanah yang memang berubah, misalnya urugan tidak merata atau bekas galian, dan dapat pula berasal dari alat. Efisiensi palu, panjang batang, pemasangan lining, serta kebersihan dasar lubang memengaruhi energi yang sampai ke tabung, sehingga catatan alat perlu diperiksa sebelum menyimpulkan adanya perbedaan lapisan.

Artikel & layanan terkait

Similar Posts